Feeds:
Posts
Comments
klorofill CMP

Chlorophyll Powder

 

CHLOROPHYLL MINT POWDER (CMP)

CMP (Chlorophyll Mint Powder) adalah serbuk minuman klorofil dari daun muda Mulberry (Morus alba L)dengan rasa mint yang segar. Dengan sediaan dalam bentuk serbuk (pertama di Indonesia), tanpa pengawet, pewarna dan dikemas dalam kemasan sachet, CMP adalah cara aman, praktis dan ekonomis untuk memperoleh manfaat penuh klorofil.

 

KHASIAT DAN MANFAAT CMP

  • Alkaline-Acid Regulator (menjaga keseimbangan asam-basa tubuh )
  • Natural Chelators (mengikat logam berat )
  • Internal Body Deodorant (mengurangi bau mulut/air seni/feses/bau badan )
  • Anticarcinogenic (mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker )
  • Antibacteria (bersifat antibakteri/mempercepat kesembuhan dari luka
  • Antioxidant (menangkal sejumlah radikal bebas bahan kimia)
  • Anti-Anemia dan Thalasemia (mengatasi kekuarangan darah merah)
  • Menstimulus sel-sel darah merah untuk menyediakan suplai oksigen.
  • Meningkatkan absorbsi kalsium, sehingga dapat mencegah pembentukan batu kalsium oksalat (batu ginjal)
  • Menyembuhkan radang usus halus dan dapat menyembuhkan konstipasi

 

KEISTIMEWAAN CMP

  • Berbentuk serbuk dalam kemasan sachet, praktis dan ekonomis.
  • Tanpa bahan pengawet (tidak sebagaimana klorofil dalam sediaan cair yang memerlukan bahan pengawet)
  • Terbuat dari daun mulberry (tidak mengandung asam amino L-canavanine – sebagaimana terdapat pada tanaman Alfalfa – yang dapat memicu penyakit lupus)
  • Kadar klorofil sangat tinggi: kandungan klorofil dalam 1 sachet CMP = kandungan klorofil dalam 2 kg sayur

DOSIS/ATURAN PAKAI

Untuk memelihara kesehatan, minum secara teratur 1-3 sachet per hari. Untuk membantu tubuh melakukan detoksifikasi zat-zat karsinogen, minum selama 3 hari berturut 6-8 sachet per hari.

SARAN PENYAJIAN
Tuangkan satu sachet CMP (1g) ke dalam satu gelas air (300 ml) dan aduk rata. Jangan menggunakan air panas agar tidak mengurangi/merusak manfaat CMP.

Chlorophyll


Klorofil (chlorophyll) adalah pigmen warna yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam kehidupan. Bagaimana molekul kecil ini mengubah energi cahaya menjadi energi kimia tetap tak terjawab, dan hingga kini belum berhasil diciptakan alat yang mampu menggantikan fungsi klorofil tersebut. Klorofil adalah mukjizat kehidupan di muka bumi, tanpa klorofil mustahil berkembang kehidupan tingkat tinggi.

Para ilmuwan telah lama melakukan penelitian terhadap klorofil. Beberapa di antaranya bahkan menerima hadiah nobel, mereka itu antara lain:

Dr. Richard Willstater, karena menemukan struktur kimia klorofil, tahun 1915 dan
Dr. Hans Fischer, karena menemukan kesamaan struktur kimia klorofil dan hemoglobin, tahun 1930.

Kemiripan struktur kimia klorofil dengan hemoglobin darah manusia, membuat klorofil menjadi satu-satunya molekul yang secara alamiah dapat diterima oleh tubuh dan menjadi nutrisi vital bagi tubuh manusia. Konsumsi klorofil sangat baik untuk mendukung proses pembersihan, penyeimbangan dan pemeliharaan tubuh yang sangat bermanfaat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.
==========================================
Chlorophyll is vital for photosynthesis, which allows plants to obtain energy from light.

Chlorophyll molecules are specifically arranged in and around photosystems that are embedded in the thylakoid membranes of chloroplasts. In these complexes, chlorophyll serves two primary functions. The function of the vast majority of chlorophyll (up to several hundred molecules per photosystem) is to absorb light and transfer that light energy by resonance energy transfer to a specific chlorophyll pair in the reaction center of the photosystems.

The two currently accepted photosystem units are Photosystem II and Photosystem I, which have their own distinct reaction center chlorophylls, named P680 and P700, respectively. These pigments are named after the wavelength (in nanometers) of their red-peak absorption maximum. The identity, function and spectral properties of the types of chlorophyll in each photosystem are distinct and determined by each other and the protein structure surrounding them. Once extracted from the protein into a solvent (such as acetone or methanol),these chlorophyll pigments can be separated in a simple paper chromatography experiment and, based on the number of polar groups between chlorophyll a and chlorophyll b, will chemically separate out on the paper.

The function of the reaction center chlorophyll is to use the energy absorbed by and transferred to it from the other chlorophyll pigments in the photosystems to undergo a charge separation, a specific redox reaction in which the chlorophyll donates an electron into a series of molecular intermediates called an electron transport chain. The charged reaction center chlorophyll (P680+) is then reduced back to its ground state by accepting an electron. In Photosystem II, the electron that reduces P680+ ultimately comes from the oxidation of water into O2 and H+ through several intermediates. This reaction is how photosynthetic organisms such as plants produce O2 gas, and is the source for practically all the O2 in Earth’s atmosphere. Photosystem I typically works in series with Photosystem II; thus the P700+ of Photosystem I is usually reduced, via many intermediates in the thylakoid membrane, by electrons ultimately from Photosystem II. Electron transfer reactions in the thylakoid membranes are complex, however, and the source of electrons used to reduce P700+ can vary.

The electron flow produced by the reaction center chlorophyll pigments is used to shuttle H+ ions across the thylakoid membrane, setting up a chemiosmotic potential used mainly to produce ATP chemical energy; and those electrons ultimately reduce NADP+ to NADPH, a universal reductant used to reduce CO2 into sugars as well as for other biosynthetic reductions.

Reaction center chlorophyll–protein complexes are capable of directly absorbing light and performing charge separation events without other chlorophyll pigments, but the absorption cross section (the likelihood of absorbing a photon under a given light intensity) is small. Thus, the remaining chlorophylls in the photosystem and antenna pigment protein complexes associated with the photosystems all cooperatively absorb and funnel light energy to the reaction center. Besides chlorophyll a, there are other pigments, called accessory pigments, which occur in these pigment–protein antenna complexes.

A green sea slug, Elysia chlorotica, has been found to use the chlorophyll it has eaten to perform photosynthesis for itself. This process is known as kleptoplasty, and no other animal has been found to have this ability.

Why green and not black?

Black plants can absorb more radiation, and yet most plants are green

It is as of yet unclear exactly why plants have mostly evolved to be green. Green plants reflect mostly green and near-green light to viewers rather than absorbing it. Other parts of the system of photosynthesis still allow green plants to use the green light spectrum (e.g. through a light-trapping leaf structure, carotenoids, etc.). Green plants do not use a large part of the visible spectrum as efficiently as possible. A black plant can absorb more radiation, and this could be very useful, notwitstandanding the problems of disposing of this extra heat (e.g. some plants must close their openings, called stoma, on hot days to avoid losing too much water). More precisely, the question becomes why the only light absorbing molecule used for power in plants is green and not simply black.

The biologist John Berman has offered the opinion that evolution is not an engineering process, and so it is often subject to various limitations that an engineer or other designer is not. Even if black leaves were better, evolution’s limitations can prevent species from climbing to the absolute highest peak on the fitness landscape. Berman wrote that achieving pigments that work better than chlorophyll could be very difficult. In fact, all higher plants (embryophytes) are believed to have evolved from a common ancestor that is a sort of green algae – with the idea being that chlorophyll has evolved only once.

Shil DasSarma, a microbial geneticist at the University of Maryland, has pointed out that species of archae do use another light-absorbing molecule, retinal, to extract power from the green spectrum. He described the view of some scientists that such green-light-absorbing archae once dominated the earth environment. This could have left open a “niche” for green organisms which would absorb the other wavelengths of sunlight. This is just a possibility, and Berman wrote that scientists are still not convinced of any one explanation.

Langsing dengan CMP

Cara Konsumsi CMP chlorophyll powder agar bisa langsing 

langsing

CMP

 

CARA Diet Detoksifikasi CMP

Klorofil bubuk  Health Wealth International

Pagi- Siang    : 2 sachet = 600 ml air biasa/dingin, HABISKAN

Siang- Sore    : 2 sachet = 600 ml air biasa/dingin, HABISKAN

Sore – malam : 2 sachet = 600 ml air biasa/dingin, HABISKAN

PERHATIAN :

  1. Harus dan wajib minum air putih 10 gelas @300 ML air putih diluar minum CMP
  2. Tidak makan berat diatas jam 7 malam (kalo Lapar makan buah saja)

 

HARI ke 4 – Seterusnya :

 

Pagi/Siang  : 1 Sachet = 300ML air biasa/dingin, minum ½ jam sebelum makan

Sore            : 1 Sachet = 300ML air biasa/dingin, minum ½ jam sebelum makan

Malam        : 1 Sachet = 300ML air biasa/dingin, minum ½ jam sebelum tidur

 

 

PERHATIAN  :

  1. Minum Air PUTIH 8 – 10 gelas air putih diluar minum CMP
  2. Tidak makan berat diAtas jam 7 malam (kalau lapar makan buah saja)

 

Klorofil bubuk CMP

Klorofil bubuk CMP

Klorofil bubuk (powder)

Minuman Klorofil CMP (Chlorophyll Mint Powder) yang terbuat dari daun Mulberry (Morus alba L) segar yang dikemas dalam bentuk serbuk pertama kali di Indonesia sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi dalam penggunaannya karena sudah bebas dari bahan pengawet, bahan pewarna, selain itu juga ekonomis, praktis, dan aman dikonsumsi, untuk merasakan manfaat dari klorofil sepenuhnya. Bagi anda yang belum tahu, Minuman klorofil serbuk dalam produk CMP ini dapat

  • menjaga keseimbangan asam basa tubuh,
  • mengikat logam berat dalam tubuh,
  • mengurangi bau mulut, feses, air seni, ataupun bau badan,
  • Serta mengikat zat karsinogen penyebab kanker dalam tubuh,
  • Mempercepat penyembuhan atau pengeringan luka (Hemofilia),
  • menangkal radikal bebas,
  • mengatasi Thalasemia dan Anti-anemia,
  • mensuplai oksigen ke dalam tubuh dan sel darah merah,
  • mencegah batu ginjal, dan
  • berbagai masalah kesehatan pada umumnya dalam tubuh manusia.

Manfaat lainnya

  • Alkaline-Acid Regulator (menjaga keseimbangan asam-basa tubuh )
  • Natural Chelators (mengikat logam berat )
  • Internal Body Deodorant (mengurangi bau mulut/air seni/feses/bau badan )
  • Anticarcinogenic (mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker )
  • Antibacteria (bersifat antibakteri/mempercepat kesembuhan dari luka
  • Antioxidant (menangkal sejumlah radikal bebas bahan kimia)
  • Anti-Anemia dan Thalasemia (mengatasi kekuarangan darah merah)
  • Menstimulus sel-sel darah merah untuk menyediakan suplai oksigen.
  • Meningkatkan absorbsi kalsium, sehingga dapat mencegah pembentukan batu kalsium oksalat (batu ginjal)
  • Menyembuhkan radang usus halus dan dapat menyembuhkan konstipasi

Kelebihan daun Mulberry

Daun Mulberry

Mulberry (Morus alba L) dikenali sebagai makanan utama ulat sutera. Namun, kegunaan tanaman yang berasal dari Cina dan dinamai ‘sangye’ ini tidak terbatas dimanfaatkan oleh penternak ulat sutera sahaja. Dari segi kesihatan tanaman yang dikenali oleh orang Sumatra sebagai kerta, atau kitau ini, juga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Untuk keperluan mengubati penyakit, yang digunakan adalah bahagian daun, ranting, buah, dan kulit akarnya. Pada iptek.net.id disebutkan daun mulberry berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit demam selsema dan malaria, batuk, sakit kepala, sakit tekak, sakit gigi, rematik, darah tinggi (hipertensi).

Juga untuk penyakit kencing manis (diabetes mellitus), untut (elephantiasis tungkai bawah), sakit kulit bisul, radang mata merah, memperbanyak air susu ibu (ASI), muntah darah, dan batuk darah akibat badan panas.

Kulit akar mulberry dapat menyembuhkan

  1. sakit gigi,
  2. tidak datang haid,
  3. batuk berkahak,
  4. sesak napas (asma),
  5. muka bengkak (ederna),
  6. kencing tidak lawas dan susah (disuria),
  7. dan cacing kerawit.

Sementara buahnya berkhasiat menyembuhkan

  1. penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi),
  2. jantung berdebar (palpitasi),
  3. kencing manis,
  4. rasa haus dan mulut kering,
  5. sukar tidur (insomnia),
  6. batuk berkahak,
  7. kurang pendengaran dan penglihatan kabur,
  8. telinga berdenging (tinnitus),
  9. tuli, tujuh keliling (vertigo),
  10. hepatitis kronis,
  11. dan sembelit pada orang tua.

Ranting mulberry memiliki khasiat

  • untuk menyembuhkan penyakit rematik, tangan dan kaki terasa sakit,
  • sakit pinggang (lumbago),
  • kejang pada tangan dan kaki,
  • tekanan darah tinggi,
  • dan menyuburkan pertumbuhan rambut.

Daun Mulberry

Untuk pengobatan ini ada dua cara yang boleh digunakan. Dengan cara diminum dan sebagai obat luar. Jika diminum, pilih bahagian tanaman mulberry lalu dibersihkan dan dikeringkan. Jika yang digunakan akar ambil sebanyak 10-15 gram. Jika yang pakai daun, ambil seberat 5-10 gram, direbus, disaring, kemudian diminum.

Sedangkan untuk penggunaan luar daun mulberry yang masih segar dilumatkan sampai halus kemudian ditempalkan pada bahagian kulit yang sakit (terkena gigitan serangga atau luka). Tanaman mulberry boleh dibuat teh. Mengkonsumsi teh mulberry secara teratur bisa memperkuat daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit, dan membuat awet muda. Teh mulberry tidak mengandung zat racun tehine maupun peptisida kerana daun mulberry yang digunakan adalah daun mulberry yang biasanya dijadikan makanan ulat sutra.

Kalau di Jawa disebut mulberry atau besaran, di Vietnam dinamakan may mon atau dau tam. Di Inggris tanaman ini memiliki banyak nama, di antaranya morus leaf, morus bark, morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark, mulberry twigs, white mulberry, dan mulberry. Bunga murbei termasuk kategori bunga majemuk yang berbentuk tandan. Sedangkan buahnya mengandung air dan rasanya enak. Tanaman murbei tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian lebih dari 100 meter di atas permukaan laut. Agar boleh tumbuh dengan baik mulberry memerlukan sinar matahari yang cukup

chlorophyll mint powder

chlorophyll mint powder

klorofil bubuk

Bubuk Klorofil CMP

Bubuk Klorofil CMP

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.